Perbedaan Arsene Wenger dan Jose Mourinho

Perbedaan Arsene Wenger dan Jose MourinhoPerbedaan Arsene Wenger dan Jose Mourinho – Ada beberapa tipe manajar dalam tiap pertandingan. Ada beberapa orang yang melakukan pekerjaannya bagi klub dan ada yang melakukan pekerjaannya demi kejayaan pribadi.

Perang kata antara Arsene Wenger dan Jose Mourinho adalah menjadi kutub ekstrim dari dua tipe manajer yang saya sebut.

Saat merespon komentar Wenger mengenai peluang juara Premier League Chelsea yang sudah habis (padahal mereka masih berada di pucuk klasemen) dan bagaimana tim lain sedang takut akan kekalajan, Jose Mourinho bereaksi terlalu berlebihan, kata Garry Neville. Dia mengub topik pembicaraan Wenger yang non personal, menjadi sebuah serangan personal terhadap Wenger.

Dia menyebut Wenger sebagai spesialis kegagalan.

Mungkin kita harus menyajikan beberapa fakta.

Wenger memiliki trofi Premier League lebih banyak dibandingkan dengan Mourinho dan empat kali trofi Piala FA lebih banyak dibandingkan dengan dia. Kita hanya akan membicarakan trofi yang dirah kedua manajer tersebtu di Inggris, jadi tak perlu membandingkan Wenger dengan pencapaian Mourinho di negara dan liga lain. Wenger bisa saja berpindah ke Real Madrid, yang menginginkannya sejak lama menjadi manajer di Bernabeu, jauh sebelum Mourinho pindah ke Madrid, dan dia bisa memenangi banyak gelar disana. Dia tak melakukannya. Karena dia memilih untuk membangun sesuatu yang lebih besar daripada egonya sendiri.

Wenger memang tak memenangi satupun gelar dalam waktu delapan tahun terakhir, tapi dalam kurun waktu tersebut dia bisa membawa klub membangun stadion baru dan merevolusi klub, dia mengamankan efek jangka panjang buat klub. Mourinho disisi lain, telah berpindah klub dalam hampir tiap tahun, klub yang menjadikannya mendapatkan dana belanja besar, dan membangun klub dari uang besar untuk meraih kejayaan. Dia memenangkan semua gelar dengan gelimpang dana belanja besar.

Tapi tak ada satupun gelar yang diraih Mourinho tanpa tersentuh satu kali kekalahan, seperti yang mampu dilakukan oleh Arsene Wenger.

Bagi Mourinho, pekerjaan sebagai manajer adalah mendapatkan gratifikasi secara instan tak peduli apapun yang terjadi, dan nilai dana belanjanya hampir seratus juta pounds, kita telah melihat dia menghabiskan uang dengan dana gila-gilaan saat menangani Chelsea.

Wenger datang ke Inggris dan mengubah keseluruhan jalannya pertandingan. Dari fitness hingga pemandu bakat, metode bermain serta kebiasaan makan. Wenger merepresentasikan etos, jalan total untuk menjadikan klub aman dalam jangka panjang. Mourinho merepresentasikan dirinya sendiri, singkat kata demikian adanya.

Mungkin ada beberapa suporter Arsenal yang lebih memilih tanpa trofi selama mungkin dibawah arahan Arsene Wenger daripada menikmati lima menit bersama Jose Mourinho, bahkan bila mereka digaransi treble winners.

Beruntung bagi fans Arsenal, mereka telah menyaksikan pengorbanan Wenger selama delapan tahun terakhir, saat dia bisa saja memilih gemilang gelar di klub lain tapi lebih memprioritaskan untuk membangun kejayaan Arsenal.